Minyak Sawit RBD

Minyak Sawit RBD

Minyak Sawit RBD
Gambar hanya untuk ilustrasi saja. Produk sebenarnya mungkin berbeda Tambahkan ke Quote
  • Minyak Sawit RBD
  • 1511.90.99
  • Kuning Muda sampai Cairan Putih dan Semipadat
  • 8002-75-3
  • RBD MS
  • 1 @ 21 MT Flexi Bag
    21 MT / 20 FCL
    Drum Plastik 112 @ 180 kg
    20.16 MT / 20'FCL
Kelas Asal Download
Malaysia
TDS MSDS

Kategori

Gambaran Singkat

  • Refined bleached deodorized (RBD) minyak sawit adalah minyak nabati, berasal dari minyak sawit mentah, yang diekstraksi dari mesocarp buah kelapa sawit. RBD Minyak kelapa sawit merupakan padatan putih yang ada pada musin dingin, berbentuk semi-padat dengan warna sedikit kekuningan pada suhu ruangan, dan berbentuk cairan dengan warna sedikit kekuningan saat dipanaskan sampai suhu 45oC. Produk ini dibuat dengan cara penyulingan, pemutihan dan deodorisasi minyak sawit mentah.
  • Untuk meningkatkan ketahanan minyak sawit mentah terhadap oksidasi dan memperbaiki sifat gizi minyak sawit mentah, perlu dilakukan penanganan minyak sawit mentah dengan serangkaian proses. Proses tersebut mencakup degumming, pemutihan dan deodorisasi, yang secara kolektif dikenal sebagai penyulingan. Dalam proses degumming, gusi dan asam lemak bebas dipisahkan bersama dengan kotoran lain yang ada pada minyak sawit mentah, seperti trace mineral, tembaga, besi, dll. Hal ini dilakukan dengan penerapan asam fosfat. Pada langkah selanjutnya yaitu pemutihan, minyak yang sudah melalui proses degumming pun dicampur dengan bleaching earth (kalsium bentonit) untuk menghilangkan kotoran dan pigmen warna yang ada pada minyak sawit yang sudah melewati proses degumming. Langkah selanjutnya disebut deodorisasi, yang ditujukan untuk mengurangi bau dan rasa minyak sawit dengan pengapuran minyak sawit secara aerasi pada suhu tinggi, serta pendinginan selanjutnya.
  • Hal ini digunakan untuk aplikasi yang dapat dimakan maupun yang tidak dapat dimakan. Sebanyak 90% dari minyak sawit RBD dan produknya digunakan untul makanan, dan 10% yang lain digunakan dalam produksi mie sabun dan dalam pembuatan oleokimia. Minyak sawit RBD digunakan untuk pembuatan minyak goreng, mentega, margarin, vanaspati, permen, oleokimia, mie sabun, dll. Minyak sawit RBD difraksinasi menjadi RBD palm olein, dimana hal ini banyak digunakan dalam industri minyak goreng dan minyak nabati domestik. Sementara itu, kelapa sawit RBD stearin, yang merupakan produk dengan biaya rendah, banyak digunakan untuk pembuatan margarin dan shortening. RBD palm stearin juga digunakan untuk pembuatan lemak khusus untuk permen, mie sabun, dan oleokimia. RBD palm olein umumnya dijual dengan potongan harga.

Proses Manufaktur

  • Minyak sawit mentah terutama terdiri dari gliserida dengan sedikit non-gliserida yang bervariasi. Untuk dapat membuat minyak sawit mentah menjadi bentuk industri dan dapat dimakan, terdapat beberapa bahan non-gliserida yang perlu dikeluarkan, atau dikurangi sampai tingkat yang dapat diterima. Minyak non-gliserida yang larut seperti logam bekas Zn & Fe, fosfolipid, karotenoid, tocopherols / tocotrinols, sterol dan produk oksidasi, merupakan produk-produk yang sulit dihilangkan. Maka dari itu, perlu dilakukan beberapa tahap untuk penyulingan minyak. Tidak semua bahan non-gliserida yang disebutkan di atas tidak diinginkan, tocopherols dan tocotrinols dapat membantu oksidasi minyak, dan karotenoid merupakan prekursor dari vitamin A.
  • Terdapat dua sumber yang ditujukan untuk mengolah minyak sawit mentah menjadi minyak sulingan: penyulingan kimia dan pemurnian fisik. Perbedaan metode ini pada dasarnya ditentukan dalam cara asam lemak dikeluarkan dari minyak sawit mentah.
     
  • Penyulingan fisik:
    • Penyulingan fisik minyak kelapa sawit mentah adalah proses pemurnian yang lebih umum karena efisiensi yang lebih tinggi, kerugian yang sedikit (Refining factor <1.3), biaya operasi lebih rendah, modal yang lebih sedikit, dan rangkaian proses yang lebih sedikit, maka penyulingan fisik minyak sawit mentah adalah proses pemurnian yang lebih umum untuk digunakan. Hal ini merupakan proses yang berkelanjutan, dan memiliki dua tahap , yaitu pre-treatment dan distilasi uap.
      • Pretreatment: Hal ini mengacu pada degumming awal minyak kelapa sawit mentah dengan asam fosfat pekat, yang dilanjutkan dengan pembersihan adsorptif, dengan menggunakan bleaching earth (kalsium bentonit). Minyak sawit mentah dicampur dengan asam fosfat dengan konsentrasi 80-85% pada tingkat 0,05-0,2%, dan campuran tersbut campuran sampai suhu 90-110oC. Campuran yang dipanaskan dibiarkan selama 15-30 menit, lalu melewati proses pemutihan dan ditambahkan bleaching earth. Proses pemutihan dilakukan pada kisaran suhu 95-110oC ,dengan vakum 20-25 mmHg dan interval waktu selama 30-45 menit. Jumlah tanah yang dibutuhkan tergantung pada kualitas minyak sawit mentah, yaitu 0,8% hingga 2% dari minyak mentah.
        Pencampuran asam fosfat yang dilakukan, ditujukan untuk mengendapkan fosfatida yang tidak terhidrasi. Fungsi pencampuran pemutih bumi adalah
        1. Untuk menyerap kotoran yang tidak diinginkan seperti logam jejak Zn & Fe, uap air, bahan yang tidak larut, dan bagian karotenoid, serta pigmen lainnya.
        2. Untuk mengurangi produk oksidasi.
        3. Untuk menghilangkan minyak berlebih setelah melewati proses degumming assam fosfat.
        4. Asam fosfat yang diendapkan fosfat.
      • Deodorisasi: Dalam proses ini minyak kelapa yang diolah terlebih dahulu, didelegasikan dan diubah untuk memperoleh minyak sawit RBD. Minyak kelapa yang telah diolah sebelumnya pun dihilangkan gas nya, untuk menghindari oksidasi pada suhu tinggi. Kemudian minyak dipanaskan sampai 240-270oC dalam penukar panas eksternal. Uap yang bertekanan tinggi digunakan untuk memanaskan minyak. Setelah itu, minyak dimasukkan ke dalam pewangi, yang disimpan di bawah vakum 2-5 mm Hg. Suhu tidak boleh melebihi 270oC, untuk menghindari hilangnya minyak netral, tocopherols / tocotrinols, isomerisasi dan reaksi termokimia. Dengan bantuan pengupasan uap dalam kondisi seperti itu, asam lemak bebas, yang mungkin masih ada dalam minyak pretreated pun disuling dengan menggunakan produk yang lebih wangi dan oksidasf yang lebih mudah menguap, seperti keton dan aldehida, yang menghasilkan rasa dan bau yang tidak diinginkan pada minyak sulingan.
        Penyulingan kimia: Hal ini juga dikenal sebagai penyulingan kaustik, yang menggunakan kaustik. Proses ini terdiri dari tiga tahap:
        1. Pengkondisian dan netralisasi gusi.
        2. Pemutihan dan filtrasi.
        3. Deodorisasi.
      • Pengondisian dan netralisasi gusi: Pada awalnya, minyak kelapa sawit mentah dipanaskan sampai 80-90oC. Kemudian ditambahkan asam fosfat sebanyak 80-85%, pada rasio minyak pakan sebesar 0,05 sampai 0,2%. Proses ini dilakukan untuk mengendapkan fosfolipid. Sekarang minyak degummed diolah dengan larutan soda kaustik dengan konsentrasi sekitar 4N dengan kelebihan larutan sebesar 20%. Hal ini menghasilkan pembentukan sabun natrium, yang dilepaskan melalui pemisahan sentrifugal. Fase yang lebih ringan, secara keseluruhan terdiri dari minyak yang dinetralkan, yang mengandung sekitar 500-1000 mg / kg sabun dan uap air. Sedangkan fasa yang berat, secara keselruhan terdiri dari sabun, gusi, kotoran yang tidak larut, alkali yang berlebih, fosfatida dan sedikit minya emulsi. Lalu, minyak sawit mentah (NPO) yang telah dinetralisasi pun dicuci dengan air sebanyak 10-20%, untuk menghilangkan sisa sabun yang masih ada. Setelah NPO ini, maka dilakukan pemompaan lagi ke dalam pemisah sentrifugal, dan isi vakum dikurangi menjadi 0,05% dengan pengering vakum.
        Pemutihan dan penyaringan: NPO dirawat dengan bleaching earth dengan cara yang sama seperti saat dilakukan penyulingan fisik. Satu-satunya perbedaan dalam proses ini adalah bleaching earth dapat menghilangkan sisa-sisa sabun yang masih ada.
      • Deodorisasi: Proses ini juga serupa dengan penyulingan fisik.

 

Industri Rumahan

  • Minyak Kelapa Sawit digunakan dalam minyak goreng, margarin, shortening, krim, lotion, dan susu. Selain itu, non-dairy creamer dan es krim juga bisa dibuat dengan minyak sawit mentah. Selain itu, bio-diesel dan sabun dihasilkan oleh minyak sawit mentah dengan mencampur dengan petrodiesel, atau diproses melalui transesterifikasi.
Kutipan gratis